Berobat Jantung Bisa ke RS Pertamedika Banda Aceh – Kini Berita

Published on Sunday 30 July 2017
Source: https://www.kiniberita.com/news/berobat-jantung-bisa-ke-rs-pertamedika-banda-aceh/

 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

BANDA ACEH – Mulai saat ini, pasien penyakit jantung dapat berobat di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) Banda Aceh.

Hal itu berkat terjalinnya kerja sama dalam bidang penatalaksanaan penyakit jantung (Management of Heart Disease), antara RSPUR dengan UiTM Private Specialist Centre (UPSC) Malaysia, Minggu (30/7/2017) di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.

Direktur RSPUR Banda Aceh, dr Rahmad MARS kepada Serambinews.com mengatakan, penanganan pasien jantung kini lebih mudah berkat adanya MoU tersebut.

Baca: Pertamedika Banda Aceh Kerja Sama Dengan Rumah Sakit Malaysia

Dia mengatakan, jika dibutuhkan tindakan serius misalnya bedah jantung, maka pihaknya akan mengirim pasien tersebut ke UPSC Malaysia.

“Cara ini jauh lebih efisien bagi pasien karena pengurusannya lebih mudah. Selain itu, rekam medis pasien selalu terpantau. Bahkan RSPUR memiliki fasilitas rehabilitasi jantung bagi pasien saat masa pemulihannya, ” jelas Rahmad.

Dia mengatakan, RSPUR telah mempunyai fasilitas layanan penunjang medik canggih, yaitu CT-Scan 128 Slice dengan kualitas gambar lebih baik dan prosesnya lebih cepat.

Di samping itu, Instalasi Hemodialisa (cuci darah) juga telah disiapkan RSPUR , sehingga pasien yang membutuhkan layanan cuci darah tidak harus menunggu lama untuk bisa dilakukan tindakan.

Medical Director UPSC Malaysia, Prof Dr dr Mohd Zamrin Dimon mengatakan, kerja sama dengan RSPUR tidak sebatas transfer pasien.

Pihaknya juga melakukan pertukaran dokter dan paramedis, serta pemberian kuliah terkait penanganan pasien jantung dengan Universitas Abulyatama Aceh (Unaya).

“Kerja sama ini terjalin antara universitas maupun rumah sakit. Universiti Teknologi Mara (UiTM) dan UPSC memiliki banyak pakar kedokteran yang siap membantu, ” ujar Prof Zamrin.

Ditambahkan, pihaknya akan membimbing RSPUR hingga mampu melakukan bedah jantung secara mandiri. (*)